Cerita Tentang Version Control

Version control adalah sebuah sistem yang mencatat setiap perubahan terhadap sebuah berkas atau kumpulan berkas sehingga pada suatu saat dapat kembali kepada salah satu versi dari berkas tersebut. Sebagai seorang programmer, Version Control System (VCS) merupakan sebuah solusi tepat untuk digunakan.

Sistem ini memungkinkan anda untuk mengembalikan berkas pada kondisi/keadaan sebelumnya, mengembalikan seluruh proyek pada keadaan sebelumnya, membandingkan perubahan setiap saat, melihat siapa yang terakhir melakukan perubahan terbaru pada suatu objek sehingga berpotensi menimbulkan masalah, siapa yang menerbitkan isu, dan lainnya Dengan menggunakan VCS jangan takut kehilangan berkas, kita dapat dengan mudah mengembalikannya. Ditambah lagi mendapatkan semua ini dengan overhead yang sangat sedikit.

Version Control ada 2 jenis :

1. Version Control Terpusat

Control Versio Terpusat untuk mengatasi permasalahan para pengembang yang melakukan kolaborasi dengan pengembang pada sistem lainnya. Control Version Terpusat memiliki sebuah server untuk menyimpan setiap versi berkas, dan beberapa klien yang dapat melakukan checkout berkas dari server pusat.

Kelebihan Version Control Terpusat diantaranya :

  • setiap orang pada tingkat tertentu mengetahui apa yang orang lain lakukan pada proyek.
  • Administrator memiliki kendali yang mantap atas siapa yang dapat melakukan apa.
  • Administrator lebih mudah untuk mengelola sebuah CVCS dibandingkan menangani database lokal pada setiap client.

Kelemahan Version Control Terpusat yaitu :

  • Server mati untuk beberapa jam, maka tidak ada seorangpun yang bisa berkolaborasi atau menyimpan perubahan terhadap apa yang mereka telah kerjakan.
  • Harddisk yang menyimpan basisdata mengalami kerusakan, dan salinan yang beran belum tersimpan, anda akan kehilangan setiap perubahan dari proyek kecuali snapshot yang dimiliki oleh setiap kolaborator pada komputernya masing-masing.

2. Version Control Terdistribusi

Version Control Terdistribusi sekarang lagi populer seperti Git. Version Control Terdistribusi bisa memiliki salinan penuh dari repositori tersebut. jika server mati, dan sistem berkolaborasi melalui server tersebut, maka klien manapun dapat mengirimkan salinan repositori tersebut kembali ke server.

sumber :

http://git-scm.com/book/id/Memulai-Git-Tentang-Version-Control

Post Author: @danangnurfauzi

Website Developper. CodeIgniter Framewok. Wordpress Enthusiast. Laravel Framework

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.