Pentingnya Edukasi tentang Birokrasi JAMKESMAS untuk Penerimanya

kartu jamkesmas

Miris memang ketika jamkesmas yang diperuntukkan untuk rakyat (yang dianggap miskin) tidak bisa digunakan dengan baik. pengalaman saya ketika melakukan pendampingan beberapa orang yang mendapatkan jamkesmas memang sangat rumit, birokrasi yang ribet yang harus dilakukan memang merupakan ketentuan formal yang harus dijalankan, tetapi ini semua tentu saja sangat memberatkan mereka dengan latar belakang pendidikan yang hanya sampai SD. Maka saya bisa quote salah satu kalimat yang sangat menyayat hati ORANG MISKIN DILARANG SAKIT . menurut saya karena ketika rakyat yang ingin berobat menggunakan kartu JAMKESMAS harus rela dengan sabar proses birokrasi yang ada, itu akan sedikit terbantu jika ada yang mendampingi atau menemani lah kalo ngga ada orang lain???gimana???apa si sakit harus antri juga??????(keburu ijo????).

saya pernah mengantri mendaftarkan pasien jamkesmas di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. saya antri dari jam 7 pagi, itupun ternyata sudah banyak yang antri. setelah saya ngobrol-ngobrol ternyata ada yang antri dari shubuh. kemudian antri saya jam 7 pagi itu baru dipanggil jam 11 siang. waw…keren kan..itu baru antri jamkesmas, setelah dipanggil di bagian pendaftaran jamkesmas lalu masih harus antri lagi dibagian poli sesuai dengan rujukan yang merupakan syarat dari pendaftaran jamkesmas. dan baru jam 3 sore diperiksa!!!! 😐 . yah itulah indonesia.

maka perlunya edukasi tentang birokrasi jamkesmas kepada para penerima jamkesmas. terutama saat dirumah sakit atau penyedia layanan jamkesmas juga harus disediakan petugas untuk mendampingi atau mengarahkan ke jalurnya. lalu apa bedanya dengan bagian informasi rumah sakit? jika petugas informasi memberikan informasi terkait dengan informasi rumah sakit dan pelayanannya maka petugas pendamping jamkesmas atau petugas yang akan mengedukasi adalah orang yang khusus untuk memberikan edukasi atau pengetahuan yang harus dilakukan bahkan bisa menjadi jembatan jika si sakit adalah orang yang menjadi pendaftar atau si sakit tidak mempunyai pendamping. memang ribet tetapi namanya rumah sakit adalah memberikan pelayanan juga harus siap dengan segala kemungkinan.

 

Post Author: @danangnurfauzi

Website Developper. CodeIgniter Framewok. Wordpress Enthusiast. Laravel Framework

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.